Dari "jaman baheula" hingga jaman modern seperti sekarang ini, Indonesia selalu kental dengan yang namanya mitos. Bahkan mitos itu tidak hanya di sekitar dunia mistis, kebudayaan, atau adat ras tertentu, akan tetapi mitos ternyata juga mewabah di dunia per-politik-an. Dan politik yang masih acapkali disangkut pautkan dengan mitos itu salah satunya adalah pemilihan pemimpin negeri.
![]() |
| Pasangan cagub dan cawagub Ahok - Djarot mendapatkan nomor urut 2 dalam pilkada DKI Jakarta 2017 (sumber gambar:IDNtimes.com) |
Tak terkecuali pemilihan pemimpin yang saat ini sedang ramai menjadi sorotan masyarakat, apalagi kalau bukan PILKADA DKI Jakarta.
Seperti yang sudah kita ketahui bahwasannya dalam pilkada DKI Jakarta kali ini sudah diikuti oleh tiga pasangan cagub dan cawagub, yaitu Basuki Thahaja Purnama alias Ahok yang akan berpasangan dengan Djarot, Agus yang berpasangan dengan Sylviana murni, serta pasangan Anies baswedan yang akan bertandem dengan salah seorang pengusaha sukses Sandiaga uno.
Pada tanggal 25 Oktober 2016 kemarin ketiga calon pemimpin DKI Jakarta tersebut telah resmi mengambil nomor urut untuk pilkada nanti.
Pasangan nomor urut 1 didapatkan oleh pasangan Agus dan Sylviana, nomor urut 2 didapat pasangan Ahok dan Djarot, sedangkan nomor 3 didapatkan pasangan Anies dan Sandiaga Uno.
Nah, kembali lagi pada mitos tadi.
Yang menjadi pusat perhatian kali ini adalah pasangan cagub dan cawagub dengan nomor urut 2. Mengapa yang kita bahas hanyalah nomor urut 2.? Ada apa dengan nomor tersebut?
Selama beberapa tahun terakhir ini nomor urut 2 memang menjadi nomor yang keramat bagi para calon pemimpin negeri. Entah hanya sekedar kebetulan atau tidak, fakta sudah membuktikan bahwa nomor urut dua akan maju sebagai pemenang. Contoh pasangan yang sudah merasakan kekeramatan nomor urut 2 adalah pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi dan Jusuf Kalla.
Mereka berdua sukses duel melawan satu-satunya calon pesaing mereka pada pemilu beberapa tahun yang lalu.
Angka 2 memang kerapkali dianggap sebagai angka keberuntungan bagi calon pemimpin, terlebih lagi jika yang menjadi calon tersebut di tahun sebelumnya pernah menjabat sebagai pemimpin, ibarat kata mereka adalah "juara bertahan".
Seseorang yang enggan disebutkan nama aslinya mengatakan bahwa angka 2 yang didapatkan pasangan Ahok dan Djarot itu sebagai pertanda bahwa mereka akan menjabat sebagai pemimpin untuk yang kedua kalinya (sesuai dengan nomor urut mereka).
Menurut kabar yang beredar, para pendukung pasangan Ahok - Djarot sangat senang ketika mendengar bahwa pasangan yang mereka jagokan mendapatkan nomor urut 2, terutama untuk tim suksesnya. Mereka berjanji akan langsung bekerja keras untuk memenangkan pasangan Badja (Basuki Djarot).

EmoticonEmoticon