Senin, 24 Oktober 2016

Bijaknya Ketum PBNU KH. Said Agil Siradj Larang Warga NU Ikut-ikutan Demo Ahok

Bijaknya Ketum PBNU KH. Said Agil Siradj Larang Warga NU Ikut-ikutan Demo Ahok - Suasana menjelang dilaksanakannya pilgub DKI semakin hari semakin memanas saja. Setelah beberapa waktu yang lalu ribuan umat Islam yang digalang oleh FPI menggelar demo di Jakarta untuk menentang Ahok, mereka merencanakan kembali untuk melakukan aksi serupa yang lebih besar. Kelompok massa yang menamakan diri sebagai Gerakan Selamatkan Jakarta ini merencanakan melancarkan aksi besar-besaran untuk mendemo Ahok pada hari Jumat tanggal 4 September 2016.

KH. Said Agil Siradj
KH. Said Agil Siradj          (sumber gambar : https://koleksigambarunikku.blogspot.co.id/)

Aksi yang dipelopori oleh FPI ini muncul atas ucapan Ahok yang dikatakan sebagai pelecehan terhadap umat Islam beberapa waktu yang lalu. Mantan Bupati Belitung Timur itu dikcam habis-habisan oleh banyak tokoh Islam garis keras lantaran ucapannya "Kan bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu gak bisa pilih saya. Ya kan dibohongin pake surat Al Maidah 51 macem-macem itu...(hadirin tertawa). Itu hak Bapak-Ibu, ya. Jadi Bapak-Ibu perasaan gak bisa pilih nih karena 'saya takut masuk neraka'...dibodohin itu...ngga papa. Karena itu panggilan pribadi Bapak-Ibu.”

Menyikapi ajakan demo besar-besaran yang akan digelar pada Jumat 4 Nopember mendatang, warga NU yang notabene adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia, memiliki sikap yang lebih mendinginkan suasana. Ketau Umum PBNU, KH. Said Agil Siradj dalam penjelasannya beberapa waktu seusai acara semilyar bacaan sholawat nariyah menjelaskan bahwa warga NU dilarang turut serta dalam demo tersebut.

"Yang pasti warga NU tidak boleh demo," kata Said Agil

Alasan yang disampaikan oleh Kang Said pun cukup logis dan sangat tepat. Warga NU tidak boleh menyampaikan aspirasi dalam aksi besar-besaran ersebut karena NU tidak ingin terlibat dalam politik praktis.

"(Demonstrasi) itu urusan partai," begitu jelas Kang Said.

Said Agil sendiri menyesalkan atas terjdinya demo tersebut, karena justru akan membuat kondisi dan suasan menjadi lebih panas. Apalagi di dalam demo diwarnai dengan aksi pengancaman fisik, itu justru memprihatinkan.

“Kalau ada ormas Islam mengancam pribadi Ahok, itu tidak dewasa. Karena itu proses hukum lebih baik daripada main hakim sendiri,” kata dia

Menurut beliau, ketika Ahok sudah meminta maaf maka kita memaafkan, namun proses hukum terus dijalankan.

“Kalau minta maaf, kita maafkan, tetapi proses hukum harus berjalan. Ahok harus diperiksa, salah atau tidak nanti ketahuan. Periksa dari awal, dari nol, praduga tak bersalah,” katanya.


Masih menurut Kang Agil, Indonesia adalah negara hukum, maka segala suatau masalah harus diselesaikan secara hukum.


EmoticonEmoticon